Akidah Menurut Ajaran Nabi

Ikon

Oleh: Hasan Husen Assagaf

Syafa’at Nabi

شفاعة النبي

هي الشفاعة العظمى و فيشفع النبي صلى الله عليه و آله وسلم في فصل القضاء حين يقف الناس و يتمنون الانصراف و لو الى النار لشدة حرارة الشمس في انصرافهم من الموقف .

و قد أخرج الشيخان عن أنس رضي الله عنه قال ، قال رسول الله صلى الله عليه و آله وسلم : إذا كان يوم القيامة ماج الناس بعضهم الى بعض ، فيأتون آدم عليه السلام فيقولون اشفع لذريتك ، فيقول : لست لها ولكن عليكم بابراهيم عليه السلام فإنه خليل الله ، فيأتون ابراهيم ، فيقول : لست لها و لكن عليكم بموسى فإنه كليم الله فيؤتى موسى عليه السلام فيقول : لست لها و لكن عليكم بعيسى فإنه روح الله و كلمته ، فيؤتى عيسى عليه السلام فيقول : لست لها و لكن عليكم بمحمد صلى الله عليه وآله و سلم فيأتون فأقول : أنا لها فأنطلق فأستأذن على ربي فيؤذن لي فأقوم بين يديه فأحمده بمحامد لا أقدر عليها الآن يلهمنيها الله ، ثم أخرّ لربي ساجدا فيقول : يا محمد ارفع رأسك و قل يسمع و سل تعطه و اشفع تشفع ، فأقول : يا ربي أمتي ، فيقول : انطلق فمن كان في قلبه مثقال حبة من برة أو شعيرة من أيمان فأخرجه منها . فأنطلق فأفعل ثم أرجع الى ربي فأحمده بتلك المحامد ثم أخرّ له ساجدا فيقال لي مثل الأولى ، فأقول يا ربي أمتي ، فيقال لي انطلق فمن كان في قلبه مثقال حبة من خردل من ايمان فأخرجه منها ، فأنطلق فأفعل ثم أعود الى ربي فأفعل كما فعلت  فيقال لي ارفع رأسك مثل الأولى فأقول : يا ربي أمتي أمتي فيقال : انطلق فمن كان في قلبه أدنى من مثقال حبة من خردل من ايمان فأخرجه من النار . فأنطلق  فأفعل ثم أرجع الى ربي في الرابعة فأحمده بتلك المحامد ثم أخرّ فيقال لي : يا محمد ارفع رأسك و قل يسمع لك و سل تعطه و اشفع تشفع ، فأقول : يا ربي ائذن لي فيمن قال لا اله إلا الله ، قال ليس ذلك لك أو قال ليس ذلك اليك و لكن و عزتي و جلالي و كبريائي و عظمتي لأخرجن منها من قال لا اله إلا الله .

 

SYAFA’AT NABI SAW

Setelah semua mahkluk bernyawa di dunia mati dan hancur binasa, Allah menghidupkan mereka kembali. Maka dengan tiba-tiba mereka pun tegak bangun berdiri. Mereka melihat langit, didapati langit berjalan. Mereka melihat bumi, didapatinya telah bertukar wajah, tidak seperti bumi yang dahulu. Semua makhluk berhimpun, bercampur baur menjadi satu di satu kawasan yang disebut padang Mahsyar, luasnya tak terbatas, berjejal jejal, saling berdesakan, dibanjiri keringat, tanpa pakaian, tanpa busana yang menutupi badan. Dari dahsyatnya hari itu mereka berharap kepada Allah agar dimasukan saja ke neraka ketimbang menghadapinya.

Dalam masa bangkit itu, manusia dalam keadaan bermacam-macam rupa. Lantas mereka berkata: ”Aduh celakanya kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (dari kubur kami)? Lalu dikatakan kepada mereka: “Inilah dia yang telah dijanjikan oleh Allah Yang Maha Pemurah dan benarlah berita yang disampaikan oleh Rasul-rasul!” (Yassin, Ayat: 52).

Di sana semua makhluk hidup nafsi nafi. Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, lari dari ibu dan bapaknya, lari dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang bisa melupakan segala galanya. Pada hari itu tak ada yang bisa diharapkan di hadapan pengadilan Allah kecuali sekelumit harapan yang disebut “Syafaat Nabi saw”.

Syafa’at ini adalah do’a yang Rasulallah saw simpan untuk umatnya di hari kiamat nanti. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra sesungguhnya Nabi saw bersabda, “Setiap Nabi memiliki do’a (mustajab) yang digunakan untuk berdo’a dengannya. Aku ingin menyimpan do’aku tersebut sebagai syafa’at bagi umatku di akhirat nanti.”.

Maka sepatutnya kita sebagai umat Muhammad meyakini wujud syafa’at Nabi saw di hari kebangkitan, disaat manusia dikumpulkan di padang Mahsyar dengan iman dan keyakinan yang kuat, mengetahui apa yang diimani, bukan hanya sekedar angan-angan dan kepercayaan.

Sekarang apa itu Syafa’at?

Kata syafa’at telah disebutkan berulang kali dalam hadits Nabi saw baik yang berkaitan dengan urusan dunia maupun akhirat. Ibnul Atsir mengatakan, ”Yang dimaksud dengan Syafa’at adalah meminta untuk diampuni dosa dan kesalahan di antara mereka.”

Contohnya, manusia banyak berbuat dosa selama hidupnya di dunia. Di hari kiamat mereka tidak bisa terhidar dari hisab atau perhitungan yang harus dipertanggung jawabkan. Mereka berharap agar ada orang yang bisa menolongnya, tapi sia sia belaka. Karena hari itu adalah hari yang sangat dahsyat. Mereka akan menemui musibah dan kesusahan yang tidak mampu untuk dihindarkan oleh seorang pun, hanya ada secerah harapan berupa syafa’at yaitu perantara atau penghubung yang bisa menyelesaikan hajatnya. Di sana mereka meminta pertolongan kepada Allah melalui syafa’at. Akhirnya, orang-orang saat itu mendapatkan ilham untuk meminta syafa’at kepada para Nabi agar bisa menghilangkan musibah dan kesulitan yang menimpah diri mereka saat itu.

Sekarang mari kita ikuti kisah syafa’at Nabi saw yang dikenal dengan Syafa’at al-‘Uzhma  dalam hadits yang cukup panjang. Kisah ini terjadi ketika semua makhluk  berkumpul di padang masyhar. Imam Bukhari meriwayatkan hadits ini dari Anas bin Malik ra, sesungguhnya Rasulallah saw bersabda, bahwa pada hari kiamat Allah mengumpulkan seluruh makhluk di satu tempat yang luas. Manusia pada saat itu berada dalam kesusahan dan kesedihan. Mereka tidak kuasa menahan dan memikul beban pada saat itu.

Kemudian mereka mendatangi Nabi Adam as, lalu berkata, “Wahai Adam, berilah syafa’at untuk anak cucumu” Adam as berkata, ”Sesungguhnya aku tidak bisa memberi syafa’at untuk kalian pada hari ini. Pergilah kalian kepada Ibrahim as, sesungguhnya ia adalah kekasih Allah (Khalilullah)”. Kemudian mereka mendatangi Ibrahim as. Lalu ia berkata kepada mereka, “Sesungguhnya aku tidak bisa memberi syafa’at untuk kalian pada hari ini. Pergilah kalian kepada Musa, sesungguhnya Allah telah berbicara langsung kepadanya (Kalimullah)”. Kemudian mereka mendatangi Musa as. Lalu ia berkata, “Aku tidak bisa memberi syafa’at pada kalian hari ini. Pergilah kalian kepada Isa, sesungguhnya ia adalah ruh Allah dan kalimat-Nya”. Kemudian mereka mendatangi Isa as. Lalu ia berkata, “Aku tidak bisa memberi syafa’at untuk kalian pada hari ini. Pergilah kalian kepada Muhammad!”

kemudian mereka mendatangiku. Lalu aku berkata, ”Aku memberi syafaat untuk kalian pada hari ini”. kemudian aku pergi meminta izin kepada Allah. Setelah diizinkan aku berdiri dihadapan-Nya. Kemudian Allah memberi ilham padaku dengan pujian dan sanjungan untuk-Nya yang belum pernah Allah beritahukan kepada seorang pun sebelumku. Kemudian aku tersungkur bersujud dihadapan-Nya.  Lalu Dia berfirman, ”Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, katakanlah pasti engkau akan didengar, mintalah pasti engkau akan diberi, berilah syafa’at pasti akan dikabulkan”. Lalu aku mengangkat kepalaku. Kemudian aku berkata, ”Ya Allah, Ummati, Ummati (umatku, umatku).”.  Maka Dia berfirman, ”Wahai Muhammad, pergilah dan keluarkanlah umatmu dari neraka siapa yang di hatinya memiliki sebesar biji gabah atau gandum dari keimanan”.

Kemudian aku pergi dan aku lakukan apa yang diperintahkan, lalu aku kembali lagi kepada Allah dan memuji-Nya dengan pujian dan sanjungan untuk-Nya. Kemudian aku bersujud kepada-Nya, lalu dikatakan kepadaku seperti dikatakan semula. Kemudian aku berkata, ”Ya Allah, ummati ummati (ummatku ummatku). Kemudian dikatakan kepadaku, ”Pergilah, dan keluarkanlah umatmu dari neraka siapa yang di hatinya memiliki sebiji sawi dari keimanan”. Kemudian aku lakukan sebagaimana aku lakukan pertama.

Lalu aku kembali lagi kepada Allah dan aku lakukan sebagai mana yang telah aku lakukan semula. Kemudian dikatakan kepadaku ”Angkatlah kepalamu” sebagaimana dikatakan kepadaku pertama kali. Lalu aku katakan ”Ya Allah, ummati ummati (umatku ummatku). Kemudian dikatakan kepadaku ”pergilah dan keluarkanlah umatmu dari neraka siapa yang dihatinya terdapat lebih kecil dari biji sawi dari keimanan”. Kemudian aku pergi dan melakukan apa yang diperintahkan.

Lalu aku kembali kepada Allah untuk yang keempat kalinya. Lalu aku memuji-Nya dengan berbagai pujian dan sanjungan untuk-Nya. Kemudian aku bersujud kepada-Nya, lalu dikatakan kepadaku ”Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, katakanlah pasti engkau akan didengar, mintalah pasti engkau akan diberi, berilah syafa’at pasti akan dikabulkan”. Lalu aku katakan ”Ya Allah, izinkanlah aku agar bisa mengeluarkan umatku dari neraka bagi yang telah mengucapkan La Ilaha Ilallah (tidak ada Tuhan selain Allah). Kemudian Allah berfirman, ”Ya Muhammad, sesungguhnya hal itu bukan bagimu atau hal itu bukan atasmu. Akan tetapi demi Kemulian-Ku, Keluhuran-Ku, Kesombongan-Ku, dan Kebesaran-Ku, Aku pasti akan keluarkan umatmu dari neraka siapa yang telah mengucapkan “La Ilaha Illallah”.

Hikmah Dan Atsar

Dari hadits diatas kita bisa menarik beberapa kesimpulan dan hikmah penting diantaranya:

-Pertama tidak ada seorang pun yang dapat memberi syafa’at  kecuali dengan izin Allah. Contohnya makhluk yang paling mulia dan penutup para Nabi yaitu Rasulallah saw, disaat ingin memberi syafaat kepada umatnya yang sedang mengalami kesulitan di padang mahsyar pada hari kiamat, beliau tersungkur dan bersujud di Arsy di hadapan Allah, beliau memohon kepada-Nya. Beliau tidak lepas dari sujudnya sampai dikatakan pada beliau, “Angkatlah kepalamu. Mintalah pasti engkau akan didengar. Berilah syafa’at pasti akan dikabulkan“.

-Kedua betapa mulianya kedudukan Rasulallah saw di sisi Allah, sehingga tidak ada satu nabi pun yang mampu memberi syafa’at kepada manusia di padang Mahsyar kecuali Nabi saw. Itulah bukti nyata kecintaan Allah kepada Nabi saw, cinta yang tidak berkesudahan. Dari kecintaan-Nya kepada beliau, apa yang dipintanya dikabulkan.

-Ketiga, hadits di atas bisa pula dijadikan bukti nyata akan kecintaan sejati Nabi saw terhadap umatnya. Cinta sejati beliau terhadap umatnya dibawa sampai ke padang Mahsyar, ketika manusia dalam keadaan sangat gawat. Ketika manusia dimintai pertanggung jawaban atas semua perbuatannya, ketika para nabi menolak dimintai syafa’at (pertolongan) oleh umatnya. di saat itulah Rasulullah saw justru tidak meninggalkan ummatnya. Beliau tersungkur dan bersujud di Arsy di hadapan Allah, beliau memohon kepada-Nya. Allah berkata, ”Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, mintalah pasti engkau akan diberi, berilah syafa’at pasti akan dikabulkan”. Lalu beliau mengangkat kepalanya dan tidak ada yang dikatakan Nabi saw kecuali, ”Ya Allah , umati, umati”.

-Keempat dan terakhir, Rasulallah saw adalah bukan milik orang Arab, bukan milik orang Saudi, bukan milik orang Riyadh, bukan milik orang Jeddah, bukan milik orang Makkah, bukan milik orang Madinah, bukan milik orang Kuwait, atau Qatar, bukan milik orang Mesir, bukan milik orang Hadramut, bukan milik para ulama atau orang-orang tertentu.. Rasullallah datang sebagai rahmat lill’alamin, rahmat bagi semua, rahmat bagi manusia, rahmat bagi hewan dan tumbuh2an, rahmat bagi langit dan bumi, rahmat bagi air, batu dan kerikil. Rahmat beliau tidak terputus hanya diwaktu hidupnya, tapi rahmat beliau dibawa sampai keakhirat, sampai hari kiamat.

Allah humma shalli wasallim ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohabatihi wasallim tasliman katsirah ..

Wallahuh’alam/ Hasan husen Assagaf

Filed under: Uncategorized

7 Responses

  1. yaya mengatakan:

    ya Rabb. Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa aali sayyidina Muhammad. ya Rabb aku bermohon kepadaMU melalui RasulMu yang penuh kasih,berilah kami,seluruh keluarga kami, syafaat mu ya Rasulullah,kami sangat berharap,jangan tinggalkan kami

  2. wisnu andayana mengatakan:

    ya Rabb yang Maha Agung, Maha Perkasa dan Maha Bijaksana. Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa aali sayyidina Muhammad. ya Rabb Muliakanlah Nabi Allah Muhammad SAW beserta keluarga Nya, para sahabat Nya disisi Mu ya Rabb dan selamatkan kami sekeluarga dan seluruh umat Muhammad dari siksa api neraka serta luaskan pintu Surga untuk kami masuki melalui Syafaat kekasih Mu Muhammad SAW..amiin amiiin ya Rabbal alamiiin ya Rabb.

  3. KARNADIBRATA mengatakan:

    YA ROBB… KAU TELAH UTUS RASUL MU YANG MULIA KEPADA KU…. SUNNGUH… JADIKAN, MAMPUKAN KU UNTUK MAMPU MELANJUTKAN CITA-CITANYA. YA ALLOH.. YA. ROKHMAN.. YA .. ROKHIM… AMPUNI AKU TELAH MENGECEWAKAN DAN MENODAI BANHKAN MENINGGALKAN AJARANNYA, SHOLAWAT SERTA SALAM SENANTIASA UNTUKMU YA RASULULLOH, YA ROBB… SAYANGI KELUARGANYA.. PELIHARALAH DENGAN KASIH SAYANGMU.. SEBAGAIMANA KASIH SAYANGNYA NABI_MU *(N. MUHAMMAD.SAW) TERHADAPKU DAN SEKALIAN UMMATNYA HINGGA SAAT INI.. YA… RASULULLOH… INILAH KAMI UMMAT MU AKHIR JAMAN… SAFAATI KAMI YA.. RASULULLOH… YA.. HABIBBALLOH..

  4. Dicky Budi Prsasetyo mengatakan:

    Assalammu’alaikum wr.wb.
    Subhanallah wa bihamdika waatubu illahi Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad Alhamdulillahi robbil ‘alamin Allah telah menjadikan kita umat Nabi Muhammad saw dan kita mensyukuri nikmat ini karena jalan kita akan menuju shirotol mustaqiim yaitu jalan yang dikehendaki oleh Allah Swt dan Insya Allah kita meninggal dalam keadaan khusnul khatimah dan mempunyai iman dan taqwa yang tinggi hanya kepada Allah Swt.

    Jazakummullahu khairan katsiron
    Wassalammu’alaikum wr.wb

    IKHWAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

att00132
Habib Umar Bin Hafidh dan Penyusun hb umar dan hasan

Sekitar Maqam Dan Zam-Zam

Kado Dari Kota Nabi

Pengunjung

  • 1,053,085 hits
%d blogger menyukai ini: