Akidah Menurut Ajaran Nabi

Ikon

Oleh: Hasan Husen Assagaf

Surga & Neraka

الجنة : و مما يجب الايمان به الجنة و هو دار الثواب التي أعدها الله لعباده المؤمنين و هي موجودة الآن فوق السموات السبع و تحت العرش ، فمن دخلها فهو مخلد فيها  لا يخرج منها أبد الآبدين .

النار : و مما يجب الايمان به النار و هي دار العذاب التي أعدها الله تعالى لمن أراد تعذيبه على التأبيد و هم الكفار أو بقدر ما كتبه الله عليه ثم مآله الجنة و هم عصاة المؤمنين  و هي موجودة الآن تحت الأرضين السبع و هي سبع طبقات أعلاها جهنم  ثم لظى ثم الحطمة ثم السعير ثم سقر ثم الجحيم ثم الهاوية للمنافقين ، أجارنا الله منها .

العرش و الكرسي : و مما يجب الايمان به و هو حق العرش و هو جسم عظيم نوراني علوي فوق العالم ، ذو عمدة أربعة تحمله الملائكة . و الكرسي هو جسم عظيم نوراني تحت العرش ملتصق فوق السماء السابعة

القلم و اللوح : و مما يجب الايمان به القلم و اللوح . فالقلم هو جسم عظيم نوراني خلقه الله و أمره بكتب ما كان و ما يكون الى يوم القيامة . و اللوح هو جسم نوراني كتب فيه القلم بإذن الله ، ما كان و ما يكون الى يوم القيامة.

 

Saudaraku yang dicintai Allah!. Sudah barang tentu akhir dari perjalanan kehidupan manusia di Akhirat nanti adalah Surga dan Neraka. Tidak ada pilihan ketiga. Semoga Allah menjadikan kita ummat Muhammad yang bisa memasuki surga-Nya dan dihidari dari neraka. Amin.  

SURGA

Suatu hal yang wajib diimani yaitu keberadaan Surga. Surga adalah tempat yang disediakan Allah bagi orang orang mukminin sebagai tempat pembalasan atas perbuatan baik yang dilakukannya semasa hidupnya di dunia. Surga adalah

tempat yang digambarkan sangat indah, yang disediakan bagi orang-orang yang banyak berbuat kebajikan. Di dalam surga itu terdapat kenikmatan yang tiada tara, yaitu kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga dan belum pernah terkhayal di dalam hati umat manusia. Surga sekarang sudah ada. Surga telah diciptakan sebelum diciptakannya makhuk. Ia berada sekarang di atas langit yang ketujuh dan di bawah ‘Arsy. Barangsiapa yang memasukinya maka akan kekal untuk selamanya dan tidak akan keluar lagi.

Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa surga sudah ada sangat banyak kita dapati dalam al-Qur’an dan hadits Rasulallah saw, diantaranya firman Allah, “Ia (surga) telah disiapkan untuk orang-orang yang bertakwa” (Ali Imran: 133). Dalam hadits Rasulallah saw bersabda, “Sungguh aku telah menyaksikan dari tempatku ini segala sesuatu yang dijanjikan untuk kalian. Sampai-sampai aku bisa melihat diriku sendiri hendak memetik dedaunan yang ada di surga. Tatkala kalian melihatku maka akupun maju” (HR. Muslim)

Tingkatan dan nama nama surga yang tertera dalam al-Qur’an ialah: Jannatul Firdaus, kemudian Jannatul ‘Adn, kemudian Jannatun Na’iim, kemudian Jannatul Khuldi, kemudian Jannatul Ma’wa, kemudian Darus Salaam, kemudian Darul Jalal

Kemudian Darul Qarar

NERAKA

Begitu pula neraka adalah sesuatu yang wajib diimani dengan keimanan yang kuat akan keberadaanya. Neraka dalam bahasa artinya api. Adapun yang dimaksud Neraka adalah tempat pembalasan perbuatan jahat manusia semasa hidupnya di dunia. Allah telah menciptakannya khusus bagi orang kafir dan orang yang berbuat maksiat. Dan neraka telah diciptakan sebelum diciptakannya makhluk, sekarang berada di bawah bumi yang ke tujuh. Tingkatan neraka ada tujuh yang paling tinggi dinamakan Jahannam, kemudian Ladha, kemudian Huthamah, kemudian Sa’ir, kemudian, saqar, kemudian al-Jahim, dan yang terakhir namanya al-Hawiyah.

Beberapa dalil yang menunjukkan hal itu adalah: Firman Allah, “Ia (neraka) telah dipersiapkan untuk orang-orang kafir” (QS: Al Baqarah : 24)

Rasulallah saw juga pernah bersabda: “Aku lihat neraka. Belum pernah kusaksikan sebuah pemandangan yang lebih mengerikan daripada hari itu” (Muttafaq ‘alaih)

Di dalam neraka itu terdapat siksaan yang tidak akan sanggup ditanggung oleh manusia dan hukuman berat yang tidak bisa digambarkan. Adapun Neraka dibagi menjadi dua. pertama yang bersifat rutin, yaitu siksaan pedih dalam Neraka berlangsung terus menerus, kekal dan tidak berhenti. Siksaan ini diterima bagi orang kafir yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-nya. Ada lagi yang kedua bersifat sementara, yaitu siksaan yang diterima oleh orang mukmin yang melakukan keburukan  dan maksiat di saat hidupnya di dunia. Ia akan disiksa sesuai dengan dosa yang dilakukannya. Siksaan ini akan terhenti jika apa yang telah diterma dianggap cukup untuk menebus dosa yang telah dilakukanya, kemudian setelah itu tempatnya dipindahkan ke surga.

Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

att00132
Habib Umar Bin Hafidh dan Penyusun hb umar dan hasan

Sekitar Maqam Dan Zam-Zam

Kado Dari Kota Nabi

Pengunjung

  • 1,053,085 hits
%d blogger menyukai ini: