Akidah Menurut Ajaran Nabi

Ikon

Oleh: Hasan Husen Assagaf

Karamat & Wali

KARAMAT

Karamat berasal dari bahasa Arab ”karuma – yakrumu – karamatan” artinya mulia, murah hati atau dermawan. Menurut ajaran Islam karamat ialah kejadian luar biasa atau sesuatu yang menyimpang dari kebiasaan dan tidak bisa diterima oleh akal manusia hanya bisa dirasakan oleh keimanan. Semua ini diberikan kepada diri diri seorang wali.

WALI

Wali berasal dari bahasa Arab “waliya – yali”, artinya orang amat dekat atau mengikutinya tanpa batas.  Makna Wali adalah seorang mukmin, saleh, bertakwa, taat kepada perintah Allah yang ketaatannya terus menerus, tanpa diselang-selingi oleh perbuatan maksiat.

إِنْ أَوْلِيَآؤُهُ إِلاَّ ٱلْمُتَّقُونَ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ

Orang-orang yang berhak menguasainya (para wali), hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (al-Anfal, 34)

Adapun Wali menurut Yusuf bin Ismail An- Nabhani dalam kitabnya “Jaami’u Karaamatil Aulia”, dari segi bahasa artinya “dekat” maksudnya apabila seseorang dekat kepada Allah, disebabkan ketaatan, istiqamah dan keikhlasannya maka Allah pun akan dekat kepadanya dengan melimpahkan rahmat, kebajikan dan kurnia-Nya, dan diberikan kepadanya segala kemudahan. Pada saat itu terjadilah perwalian, yakni orang itu dinamakan “Wali” atau Allah senantiasa melindunginya, sehingga terhadap dirinya tidak perlu ada kekhawatiran. Dan Allah memberikan kepadanya berbagai kelebihan yang tidak diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang lain, berupa kejadian atau peristiwa luar biasa yang tidak masuk akal atau menyimpang dari kebiasan dan adat manusia, sebagaimana Allah memberikan mukjizat kepada para nabi dan rasul-Nya. Firman Allah:

إِنَّ أَوْلِيَآءَ اللَّهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُون الَّذِينَ آمَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُون

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tiada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa.” (Yunus: 62-63)

Dalam al-Qur’an banyak sekali contoh contoh ini disebut diantaranya ayat dalam surat  Al-Kahfi Allah mengisahkan peristiwa besar dan ajaib yang terjadi atas tujuh orang anak muda yang tinggal dalam gua selama lebih dari 300 tahun, tanpa makan dan minum, tetapi tubuhnya tetap sehat. Dan masih banyak lagi yang lainya. Semua peristiwa peristiwa luar biasa yang tidak masuk akal dan menyimpang dari kebiasaan manusia yang diberikan kepada diri seseorang sedangkan ia bukan nabi, inilah yang dinamakan karamat.

Filed under: Uncategorized

2 Responses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

att00132
Habib Umar Bin Hafidh dan Penyusun hb umar dan hasan

Sekitar Maqam Dan Zam-Zam

Kado Dari Kota Nabi

Pengunjung

  • 1,053,085 hits
%d blogger menyukai ini: