Akidah Menurut Ajaran Nabi

Ikon

Oleh: Hasan Husen Assagaf

Wahdaniyah

Scan_Pic0004

 

6- WAHDANIYAH

Wahdaniyah (Esa atau Satu) adalah sifat Salbiyyah artinya  sifat yang mencabut atau menolak keberadaan Allah lebih dari satu. Dalam arti lain bahwa Allah itu satu atau esa tidak ada Tuhan selain-Nya. Dia esa atau satu dalam Dzat, Sifat dan perbuatan-Nya.

Allah itu esa dalam dzat-Nya. Artinya, bahwa dzat Allah satu, tidak tersusun dari unsur unsur atau anggota badan dan tidak ada satupun dzat yang menyamai dzat Allah. Allah itu satu dalam sifat-Nya artinya bahwa sifat Allah tidak terdiri dari dua sifat yang sama, dan tidak ada sesuatupun yang menyamai sifat Allah. Allah itu satu dalam fi’il atau perbuatan artinya bahwa hanya Allah yang memiliki perbuatan. Dan tidak satupun yang dapat menyamai perbuatan Allah.

Sedangkan sifat mustahilnya wahdaniyah bagi Allah yaitu “Ta’addud”  artinya banyak atau bilangan-Nya lebih dari satu, maka mustahil Allah lebih dari satu. Firman Allah:

لَوْ كَانَ فِيهِمَا ءَالِهَةٌ إِلاَّ اللهُ لَفَسَدَتَا فَسُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

“Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu Telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ’Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.” (al-Anbiya’: 22).

Keesaan Allah itu mutlak. Artinya keesaan Allah meliputi dzat, sifat, maupun perbuatan-Nya. Meyakini keesaan Allah merupakan mabda’ atau prinsip, sehingga seseorang dianggap muslim atau tidak, tergantung pada pengakuan tentang keesaan Allah. Makanya untuk pertama seseorang menjadi muslim, ia harus bersaksi terhadap keesaan Allah, yaitu dengan membaca syahadat yang berbunyi ”Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah”.

Meyakini keesaan Allah juga merupakan inti ajaran para nabi, sejak nabi Adam as hingga nabi Muhammad saw. Jika keyakinan ini sudah diterapkan dari dahulu maka mustahil Allah itu lebih dari satu. Mustahil Allah itu banyak (Ta’addud) seperti dua, tiga, empat dan seterusnya. Allah itu Maha Kuasa. Jika ada Allah lebih dari satu, dan bekerjasama, berarti mereka itu lemah dan tidak berkuasa. Dan jika mereka berselisihan maka terjadi sengketa antara mereka. Jadi mustahil Allah itu lebih dari satu. Kalau lebih dari satu maka Dia bukan yang Maha Kuasa lagi.

”Sekiranya ada di langit dan di bumi ilah-ilah selain ALLAH, tentulah keduanya itu sudah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai Arsy daripada apa yang mereka sifatkan. (Al-Anbiya: 22)

Dengan menghayati sifat wahdaniyyah ini, kita insyallah akan terhindar dari berbagai faham yang bisa menyesatkan tentang keesaan Allah.

Hikmah dan Astar

Kata “Allah” dalam bahasa Arab disebut sebagai isim murtajal, maksudnya kata “Allah” adalah nama asal bagi dzat yang wajib ada, yang Maha Suci, Maha Agung dan yang berhak disembah (ma’bud). Tidak ada satupun makhluk yang berhak memakai nama “Allah”.Karena itu nama Allah tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apapun, maka terjemahan Allah menjadi God dalam bahasa Inggris atau Tuhan dalam bahasa Indonesia, adalah tindakan yang batil dan menyimpang dari ajaran Islam. Karena God bisa diubah menjadi bentuk jamak plural (Gods), dan Tuhan bisa diubah menjadi bentuk jamak (Tuhan-Tuhan), sedangkan Allah tidak bisa diubah menjadi bentuk jamak. Dalam Al Qur’an, kata Allah disebut sebanyak 2345 kali, semuanya dalam bentuk mufradh atau tunggal, karena lafdzul Jalalah (lafaz yang Agung) ini adalah Esa dan Mutlak, sesuai ayat al Qur’an dalam surat al Ikhlash,

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ ﴿٤

Artinya: “Katakanlah; Dia Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Ilah yang bergantung kepada Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakan, dan tidak ada seorang pun yang serata dengan Dia”

Dalam ayat lainnya surat Taha,14

إِنَّنِيۤ أَنَا ٱللَّهُ لاۤ إِلَـٰهَ إِلاۤ أَنَاْ فَٱعْبُدْنِى وَأَقِمِ ٱلصَّلوٰةَ لِذِكْرِيۤ – طه ﴿١٤ 

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Ilah yang hak selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”

Terdapat kelebihan surat Al-Ikhlash dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Aisyah ra, bahwa Nabi saw satu waktu telah mengirim siryah (patroli) ke suatu tempat. Pemimpin patroli itu tiap-tiap shalat yang jahar menutup raka’atnya dengan membaca “Qul Huwallaahu Ahad.” Setelah mereka kembali pulang, mereka kabarkan perbuatan pimpinan mereka itu kepada Nabi saw. Lalu beliau berkata: “Tanyakan kepadanya apa sebab dia lakukan demikian.?” Lalu mereka pun bertanya kepadanya, (mengapa selalu ditutup dengan membaca “Qul Huwallaahu Ahad”?). Dia menjawab: “Itu adalah sifat dari Allah Ar-Rahman, dan saya amat senang membacanya.”. Mendengar keterangan itu Nabi saw bersabda: “Katakanlah kepadanya bahwa Allah pun senang kepadanya.”

Dan terdapatlah juga beberapa sabda Rasul saw yang lain tentang kelebihan Surat Al-Ikhlas ini. Banyak pula Hadis-hadis menerangkan pahala membacanya. Bahkan ada sebuah Hadits yang diterima dari Ubay dan Anas bahwa Nabi saw pernah bersabda: “Diasaskan tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi atas Qul Huwallaahu Ahad.”

Betapa pun derajat Hadis ini, namun maknanya memang tepat. Al-Imam Az-Zamakhsyari di dalam Tafsirnya memberi arti Hadis ini: Yaitu tidaklah semuanya itu dijadikan melainkan untuk menjadi bukti atas ketauhidan Allah dan mengetahui sifat-sifat Allah yang disebutkan dalam Surat ini.

Diriwayatkan oleh Termidzi dari Abu Hurairah, berkata: “Aku datang bersama Nabi saw, tiba-tiba beliau dengar seseorang membaca “Qul Huwallaahu Ahad”. Maka berkatalah beliau saw “Wajabat” (Wajiblah). Lalu aku bertanya: “Wajib apa ya Rasullah?” Beliau menjawab: “Wajib orang itu masuk syurga.” Kata Termidzi Hadis itu Hasan (bagus) dan shahih.

Iklan

Filed under: Uncategorized

4 Responses

  1. njlhfwz berkata:

    apakah contoh contoh wahdaniyah?

  2. Ammar Ismail berkata:

    Assalamualaikum
    Syukran atas ilmunya
    Segola kita selalu dalam rahmat Allah SWT.
    Kunjungi juga ya blog kami

    https://seruankemuliaan.blogspot.co.id/

    Kumpulan pengetahuan Islami kini dan masa depan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

att00132
Akidah Menurut Ajaran Nabi

Hb Umar dan Penyusun

Toko Dubai.. menjual bermacam macam Abaya, Kerudung dan gamis asli dari Timur Tengah. Alamat paling gampang jalan Raya Condet no.4,,, alamat Maps google “Toko Dubai”

Pengunjung

  • 1,539,906 hits
%d blogger menyukai ini: