Akidah Menurut Ajaran Nabi

Ikon

Oleh: Hasan Husen Assagaf

Hari Kebangkitan

HARI KEBANGKITAN (YAUMUL BA’ATS DAN YAUMUL NASYR)

Hari kebangkitan adalah hari dibangkitkannya seluruh manusia yang pernah hidup di dunia dari mulai zaman nabi Adam as sampai yang baru lahir saat kiamat, semuanya akan bangkit kembali dari dalam kubur setelah kematian untuk kemudian digiring (nasyr) ke satu tempat di padang mahsyar lalu dihisab/dihitung amal perbauatannya selama hidup di dunia. Seluruh manusia akan bangkit dengan jasad ketika masih muda dengan wajah berbeda-beda sesuai amal perbuatannya. Hari kebangkitan wajib diimanai oleh setiap muslim dengan keimanana yang kuat dan merupakan salah satu cabang dari rukun iman yang kelima yaitu percaya kepada hari akhirat.

HARI MAHSYAR (HARI BERHIMPUN)

Setelah semua makhluk dibangkitkan (ba’ats) dari alam kubur, mereka akan digiring (nasyr) ke satu tempat yang disebut padang Mahsyar. Di sana mereka selanjutnya akan berkumpul menjadi satu himpunan. Mahsyar adalah padang yang sangat luas dan datar, dimana tidak terlihat dataran rendah maupun tinggi di akhirat. Di Mahsyar inilah semua makhluk Allah yang berada di langit dan bumi termasuk manusia, jin, malaikat dan hewan, berkumpul dan berdesak-desakan dalam kondisi telanjang kaki, tidak berpakaian, dan belum dikhitan. Setiap manusia pada hari pengadilan ini akan hadir di mahsyar dan akan berhadapan diantaranya dengan:

- al-Kitab yaitu sebuah catatan amal amal perbuatan selama di dunia diberikan kepada tiap-tiap makhluk. Orang yang menerima kitab tersebut dengan tangan kanan, maka ia akan mendapatkan kebahagiaan di akhirat. Sedangkan mereka yang menerima kitab itu dengan tangan kiri atau dari balik punggung, akan menyesal dan siksa yang diterima (lihat syarah selanjutnya).

- Mizan yaitu sebuah neraca yang akan menimbang antara pahala dan dosa setiap makhluk. Semua amal baik dan buruk manusia akan ditimbang, lalu divonis oleh Allah untuk menentukan apakah seseorang akan masuk surga atau terjerumus ke dalam neraka. (lihat syarah selanjutnya)

-  Shirot yaitu jembatan yang sangat sensitif terbentang di atas neraka menuju jalan ke surga. Dan setiap orang pasti akan melewatinya untuk diuji mana yang masuk surga dan mana yang masuk neraka. Yang bisa menyebranginya akan selamat dan yang meleset akan terjatuh di neraka dan menjadi penghuni neraka. (lihat syarah selanjutnya)

Keselamatan menyeberang juga sangat tergantung dari amal perbuatan manusia selama di dunia. Barang siapa yang berbuat baik dan berjalan di jalan yang diridhai Allah, maka ia akan selamat dan masuk surga Allah dengan segala kenikmatan yang ada di dalamnya. Namun bila kehidupan dunia selalu diisi dengan keburukan dan perbuatan maksiat, ia akan tergelincir ke dalam neraka, dan mendapat siksa Allah yang amat pedih.

- Haudh (telaga) setiap nabi akan memiliki telaga. Dan Rasulallah saw memiliki telaga yang diberi nama Kautsar, namun hanya calon penduduk surga yang dapat merasakan lezatnya air itu. Di sini, setiap manusia yang ketika hidup di dunia selalu menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya, beramal sholeh untuk kebaikan seluruh manusia, akan minum dari telaga Nabi saw. (lihat syarah selanjutnya)

- Syafa’at, yaitu disaat hari yang sangat menyiksa, Rasulallah saw akan memberikan pertolongan untuk umat Islam yang disebut sebagai Syafa’at Udhma, ia akan memohon kepada Allah supaya secepatnya diadakan hisab. Bagi orang yang beriman akan diberikan syafaat Nabi saw, syafaat itu berupa: dipermudahkannya memasuki Surga, ditambahkan timbangan pahala supaya lebih berat daripada dosa, dimasukkan ke Surga tanpa hisab. (lihat syarah berikutnya)

Kita kembali lagi ke Yaumul Mahsyar. Ia adalah tempat dikumpulkannya seluruh manusia dan makhluk hidup lainnya dari awal hingga akhir zaman untuk dihisab atau diperitungkan semua amal yang dilakukanya di hadapan pengadilan Allah yang sejati..

Menurut faham Ahli Sunnah Wal Jama’ah, manusia yang pertama kali dibangkitkan oleh Allah adalah Rasulallah saw. Kemudian manusia manusia lainnya. Keadaan mereka akan tergantung dari amalan yang telah mereka kerjakan semasa hidup, ketika itu semua manusia akan sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Sehingga anak tidak lagi mengenali kedua orang tuanya, begitu pula sebaliknya.

Kemudian matahari diterbitkan oleh Allah, tepat diatas kepala dengan jarak hanya dua busur, sehingga manusia terpanggang oleh teriknya matahari yang panas dan keringat pun mengalir deras menggenangi padang mahsyar seiring dengan rasa takut yang luar biasa karena mereka akan dihadirkan dihadapan Allah. Bagi orang yang beriman, beramal shaleh serta banyak mengerjakan kebaikan akan terlindungi dari terik sengatan sinar matahari.

Manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar dalam kondisi tidak beralas kaki, tidak berpakaian, dan belum disunat. Rasulullah saw mengabarkan bentuk perkumpulan Manusia di Padang Mahsyar. Beliau bersabda: “Semua manusia dikumpulkan dalam kondisi telanjang kaki, tidak berpakaian, dan belum dikhitan.” Lalu siti ‘Aisyah ra bertanya, “Wahai Rasulullah, laki-laki dan wanita bersama-sama, sebagian mereka juga melihat sebagian yang lain?” Rasulullah saw bersabda, “Perkara pada saat itu lebih dahsyat daripada saling memandang ke sesamanya.” (Bukhari Muslim)

About these ads

Filed under: Uncategorized

2 Responses

  1. khoirul wafa mengatakan:

    alhamdulillah smua cerita td q mexadari semua kesalahan q,5ksh wat infoxa

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

att00132
Habib Umar Bin Hafidh dan Penyusun di Riyadh hb umar dan hasan

Sekitar Maqam Dan Zam-Zam

TELAH TERBIT BUKU "Makkah Sekitar Maqam & Zamzam", oleh: Hasan Husen Assagaf. Penerbit: Cahaya Ilmu

Akidah Menurut Ajaran Nabi

TELAH TERBIT BUKU "Akidah Menurut Ajaran Nabi" oleh: Hasan Husen Assagaf Syarah kitab Al-aqaid Ad-diniyyah" Karya: Habib Abdurahman Bin Saggaf Assagaf Al-Alawi Al-Huseini Al-Syafi'i Al-Asy'ari

Kado Dari Kota Nabi

TELAH TERBIT BUKU "Kado Dari Kota Nabi", oleh: Hasan Husen Assagaf.

Telah Terbit Cetekan Kedua

Pengunjung

  • 466,458 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 46 pengikut lainnya.