Akidah Menurut Ajaran Nabi

Ikon

Oleh: Hasan Husen Assagaf

Adzab Dan Nikmat Kubur

عذاب القبر و نعيمه
عذاب القبر و نعيمه حق يجب اعتقاده و هو واقع على البدن و الروح جميعا ، لقوله صلى الله عليه وآله وسلم “القبر روضة من رياض الجنة أو حفرة من حفر النار “

الثواب و العقاب

يجب الاعتقاد الجازم بأن من عمل حسنة يثيبه الله تعالى ثوابا مضاعفا بمحض فضله و من عمل سيئة يعاقبه الله عليه بمثله بعدله

البعث و النشر و الحشر

البعث هو إحياء الموتى و أخراجهم من قبورهم ، و النشر هو انتشارهم و قيامهم من قبورهم ، و الحشر هو سوقهم جميعا الى الموقف لفصل القضاء بينهم و كل واحد من هذه الثلاثة حق يجب الايمان به ، فيحشر من يجازي و هم الإنس و الجن و الملك ، و من لا يجازي كالبهائم و الوحوش . و أول من ينشق عنه الأرض نبينا صلى الله عليه و آله وسلم .

 

ADZAB DAN NIKMAT KUBUR

Setelah selesai manusia ditanya dalam kubur oleh malaikat dan telah diketahui apakan ia tergolong orang orang yang berhasil atau yang gagal, maka ia akan memasuki periode baru di dalam kubur yaitu nikmat kubur atau adzab kubur, sesuai dengan sabda Rasulallah saw: ”Kuburan itu taman dari taman tamannya surga atau lobang dari lobang lobangnya api neraka”

Adapun siksa kubur dibagi menjadi dua. pertama yang bersifat rutin, berlangsung terus menerus sampai datangnya hari kiamat yaitu diterima bagi orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-nya. Ada lagi yang kedua bersifat sementara, yaitu siksaan yang diterima oleh orang mukmin yang melakukan keburukan di saat hidupnya di dunia. Ia akan disiksa sesuai dengan dosa yang dilakukannya. Siksaan ini bisa terhenti jika apa yang telah diterima dianggap cukup untuk menebus dosa yang telah dilakukanya.  

Salah satu yang bisa meringankan seseorang dari azab kubur adalah do’a dan dan istighfar yang selalu dikiriman dan dipanjatkan oleh sanak keluarga, famili, dan teman-teman yang masih hidup. Maka dianjurkan kepada orang yang masih hidup dunia agar senantiasa mendo’akan keluarga, terutama kedua orang tua, sahabat atau seluruh kaum muslimin yang telah meninggal dunia. Hal itu merupakan salah satu bentuk hadiah untuk meringankan azab kubur kepada mereka. “Allah akan menetapkan hati orang-orang mukmin dengan kalimah yang teguh didunia dan diakhirat.” (Ibrahim, 27)

Seharusnya seorang muslim jangan memperdebatkan apakah siksa kubur itu akan diterima oleh ruh dan jasad seseorang, atau siksa kubur hanya diterima oleh ruh tanpa jasad. Sebaiknya seorang muslim mempercayai adanya nikmat dan adzab kubur dan menyakininya dengan keyakinan yang kuat bahwa nikmat dan adzab kubur adalah hal ghaib yang wajib diimani.

Pernah siti A’isyah r.a. mengisahkan bahwa ia dahulunya tidak mengetahui adanya siksa kubur sehingga datang kepadanya seorang wanita Yahudi, minta-minta dan setelah ia beri, ia berdo’a: “Semoga Allah melindungi kamu dari siksa kubur”. Ia menyangka bahwa keterangannya itu termasuk tipuan kaum Yahudi. Lalu ia ceritakan kepada Nabi saw. Beliaupun memberitahu kepadanya bahwa siksa kubur itu hak benar.

Jadi, nikmat dan adzab kubur ini adalah hal yang haq atau benar akan keberadaanya. Dalil-dalil yang mutawatir dari Nabi saw, dan dari para sahabat telah menunjukkan kebenarannya secara pasti dan kita wajib mengimaninya karena merupakan tuntutan keimanan kita kepada hari kiamat yang merupakan rukun iman keenam dimana tidak sah iman seseorang kecuali harus beriman kepada semua rukun iman yang enam. Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengimani tentang adanya nikmat dan adzab kubur. Keduanya adalah benar berdasarkan Al Qur’an, sunnah dan Ijma’ ulama.

Diantara dalil dari Al Qur’an tentang adanya adzab kubur adalah friman Allah Ta’ala, “Nanti mereka akan Kami siksa dua kali, lalu mereka akan dikembalikan kepada adzab yang besar. “ (At Taubah, 101),  Menurut penjelasan Ahli tafsir bahwa yang dimaksud dengan “nanti mereka akan Kami siksa dua kali“ yaitu adzab di dunia dan adzab kubur.

Sedangkan menurut hadits Nabi saw, dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Rasulullah, pernah berjalan melewati salah satu kuburan di kota Madianah, lalu beliau mendengar suara dua orang yang sedang disiksa di dalam kubur. Beliau bersabda: “keduanya sedang disiksa, dan keduanya disiksa bukan karena perbuatan dosa besar. Yang pertama karena tidak beristinja’ atau tidak menjaga kebersihan dari air kencing (tidak cebok) dan yang lainnya ia senantiasa bernamimah (mengupat). (hadits al-Bukhari). 

Rasulullah saw menganjurkan ummatnya untuk senantiasa berdo’a memohon perlindungan kepada Allah dari adzab kubur di setiap akhir tasyahud sebelum salam ketika shalat. ”Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari adzab jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah hidup dan mati, serta dari kejahatan fitnah al Masih ad-Dajjal” (hadits Muslim dari sahabat Abu Hurairah ra).

About these ads

Filed under: Uncategorized

One Response

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

att00132
Habib Umar Bin Hafidh dan Penyusun di Riyadh hb umar dan hasan

Sekitar Maqam Dan Zam-Zam

TELAH TERBIT BUKU "Makkah Sekitar Maqam & Zamzam", oleh: Hasan Husen Assagaf. Penerbit: Cahaya Ilmu

Akidah Menurut Ajaran Nabi

TELAH TERBIT BUKU "Akidah Menurut Ajaran Nabi" oleh: Hasan Husen Assagaf Syarah kitab Al-aqaid Ad-diniyyah" Karya: Habib Abdurahman Bin Saggaf Assagaf Al-Alawi Al-Huseini Al-Syafi'i Al-Asy'ari

Kado Dari Kota Nabi

TELAH TERBIT BUKU "Kado Dari Kota Nabi", oleh: Hasan Husen Assagaf.

Telah Terbit Cetekan Kedua

Pengunjung

  • 460,659 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: