Akidah Menurut Ajaran Nabi

Ikon

Oleh: Hasan Husen Assagaf

Ilmu Tauhid

 

2

 

PELAJARAN PERTAMA: ILMU TAUHID

SYARAH:

Tauhid dalam bahasa artinya menjadikan sesuatu esa. Yang dimaksud disini adalah mempercayai bahwa Allah itu esa. Sedangkan secara istilah ilmu Tauhid ialah ilmu yang membahas segala kepercayaan-kepercayaan yang diambil dari dalil dalil keyakinan dan hukum-hukum di dalam Islam termasuk hukum mempercayakan Allah itu esa.

Seandainya ada orang tidak mempercayai keesaan Allah atau mengingkari perkara-perkara yang menjadi dasar ilmu tauhid, maka orang itu dikatagorikan bukan muslim dan digelari kafir. Begitu pula halnya, seandainya seorang muslim menukar kepercayaannya dari mempercayai keesaan Allah, maka kedudukannya juga sama adalah kafir.

Perkara dasar yang wajib dipercayai dalam ilmu tauhid ialah perkara yang dalilnya atau buktinya cukup terang dan kuat yang terdapat di dalam Al Quran atau Hadis yang shahih. Perkara ini tidak boleh dita’wil atau ditukar maknanya yang asli dengan makna yang lain.

Tujuan mempelajari ilmu tauhid adalah mengenal Allah dan rasul-Nya dengan dalil dalil yang pasti dan menetapkan sesuatu yang wajib bagi Allah dari sifat sifat yang sempurna dan mensucikan Allah dari tanda tanda kekurangan dan membenarkan semua rasul rasul Nya.

Adapun perkara yang dibicarakan dalam ilmu tauhid adalah dzat Allah dan dzat para rasul Nya dilihat dari segi apa yang wajib (harus) bagi Allah dan Rasul Nya, apa yang mustahil dan apa yang jaiz (boleh atau tidak boleh)

Jelasnya, ilmu Tauhid terbagi dalam tiga bagian:

1. Wajib

2. Mustahil

3. Jaiz (Mungkin)

 

1- WAJIB

Wajib dalam ilmu Tauhid berarti menentukan suatu hukum dengan mempergunakan akal bahwa sesuatu itu wajib atau tidak boleh tidak harus demikian hukumnya. Hukum wajib dalam ilmu tauhid ini ditentukan oleh akal tanpa lebih dahulu memerlukan penyelidikan atau menggunakan dalil.

Contoh yang ringan, uang seribu 1000 rupiah adalah lebih banyak dari 500 rupiah. Artinya akal atau logika kita dapat mengetahui atau menghukum bahwa 1000 rupiah itu lebih banyak dari 500 rupiah. Tidak boleh tidak, harus demikian hukumnya. Contoh lainnya, seorang ayah usianya harus lebih tua dari usia anaknya. Artinya secara akal bahwa si ayah wajib atau harus lebih tua dari si anak

Ada lagi hukum wajib yang dapat ditentukan bukan dengan akal tapi harus memerlukan penyelidikan yang rapi dan cukup cermat. Contohnya, Bumi itu bulat.  Sebelum akal dapat menentukan bahwa bumi itu bulat, maka wajib atau harus diadakan dahulu penyelidikan dan mencari bukti bahwa bumi itu betul betul bulat. Jadi akal tidak bisa menerima begitu saja tanpa penyelidikan lebih dahulu. Contoh lainnya, sebelum akal menghukum dan menentukan bahwa ”Allah wajib atau harus ada”, maka harus diadakan dahulu penyelidikan yang rapi yang menunjukkan kewujudan atau keberadaan bahwa Allah itu wajib ada. Tentu hal ini perlu dibantu dengan dalil-dalil yang bersumber dari Al Quran.

2- MUSTAHIL

Mustahil dalam ilmu tauhid adalah kebalikan dari wajib. Mustahil dalam ilmu tauhid berarti akal mustahil bisa menentukan dan mustahil bisa menghukum bahwa sesuatu itu harus demikian.

Hukum mustahil dalam ilmu tauhid ini bisa ditentukan oleh akal tanpa lebih dahulu memerlukan penyelidikan atau menggunakan dalil. Contohnya , uang 500 rupiah mustahil lebih banyak dari 1000 rupiah. Artinya akal atau logika kita dapat mengetahui atau menghukum bahwa 500 rupiah itu mustahil akan lebih banyak dari1000 rupiah. Contoh lainnya,  usia seorang anak mustahil lebih tua dari ayahnya. Artinya secara akal bahwa seorang anak mustahil lebih tua dari ayahnya.

Sebagaimana hukum wajib dalam Ilmu Tauhid, hukum mustahil juga ada yang ditentukan dengan memerlukan penyelidikan yang rapi dan cukup cermat. Contohnya: Mustahil bumi ini berbentuk tiga segi. Jadi sebelum akal dapat menghukum bahwa mustahil bumi ini berbentuk segi tiga, perkara tersebut harus diselidik dengan cermat yang bersenderkan kepada dalil kuat. Contoh lainnya: Mustahil Allah boleh mati. Jadi sebelum akal dapat menghukum bahwa mustahil Allah boleh mati atau dibunuh, maka perkara tersebut hendaklah diselidiki lebih dahulu dengan bersenderkan kepada dalil yang kuat.

3- JAIZ (MUNGKIN):

Apa arti Jaiz (mungkin) dalam ilmu Tauhid? Jaiz (mungkin) dalam ilmu tauhid ialah akal kita dapat menentukan atau menghukum bahwa sesuatu benda atau sesuatu dzat itu boleh demikian keadaannya atau boleh juga tidak demikian. Atau dalam arti lainya mungkin demikian atau mungkin tidak. Contohnya: penyakit seseorang itu mungkin bisa sembuh atau mungkin saja tidak bisa sembuh. Seseorang adalah dzat dan sembuh atau tidaknya adalah hukum jaiz (mungkin). Hukum jaiz (Mungkin) disini, tidak memerlukan hujjah atau dalil.

Contoh lainya: bila langit mendung, mungkin akan turun hujan lebat, mungkin turun hujan rintik rintik, atau mungkin tidak turun hujan sama sekali. Langit mendung dan hujan adalah dzat, sementara lebat, rintik rintik atau tidak turun hujan adalah Hukum jaiz (Mungkin).

Seperti hukum wajib dan mustahil, hukum jaiz (mungkin) juga kadang kandang memerlukan bukti atau dalil. Contohnya manusia mungkin bisa hidup ratusan tahun tanpa makan dan minum seperti terjadi pada kisah Ashabul Kahfi yang tertera dalam surat al-Kahfi. Kejadian manusia bisa hidup ratusan tahun tanpa makan dan minum mungkin terjadi tapi kita memerlukan dalil yang kuat diambil dari al-Qur’an..

Contoh lainnya: rumah seseorang dari di satu tempat mungkin bisa berpindah dengan sekejap mata ke tempat yang lain yang jaraknya ribuan kilometer dari tempat asalnya seperti terjadi dalam kisah nabi Sulaiman as telah memindahkan istana Ratu Balqis dari Yaman ke negara Palestina yang jaraknya ribuan kilo meter. Kisah ini sudah barang tentu memerlukan dalil yang diambil dari al-Qu’ran.

About these ads

Filed under: Uncategorized,

27 Responses

  1. achmad zamroni bin masrochan bin Sobbariy bin Chaditsan mengatakan:

    الله اكبر

  2. singlon mengatakan:

    assalamualaikum.wr.wb
    setelah saya membaca artikel ini..
    kalau mau mempelajari hukum aqli(wajib mustahil jaiz) dmna?
    wassalamualaikum wr.wb

  3. ucokmoalisa mengatakan:

    terima kasih saya mau copy untuk memperbanyak ilmu saya dan keluarga saya …Amin..ya robb

  4. marham mengatakan:

    saya mau copy juga untuk menjadian ajuan dalam belajar ilmu tauhid

  5. Lenggang Kangkung mengatakan:

    blog yang berinformasi… alhamdulillah

  6. eko mengatakan:

    assalamualaikum ya Habib…
    terimakasih atas semua ilmu2 nya…
    sangat bermanfaat bwt saya yg masih awam ini…
    ^_^

  7. Kanaklombok mengatakan:

    Allhamdulillah.terima kasih atas pencerahan nya,

  8. rezza mengatakan:

    Assalamu,alaikum. sangat bermanfaat buat saya,

    dan sekalian mau bertanya,tentang rukun tiga belas,
    terimakasih

  9. santri sunan kalijogo mengatakan:

    hati-hati kang mas, belajar harus ada guru yang mursyid internet hanya pelengkap pengetahuan…

  10. apriyanto mengatakan:

    alhamdulilah,
    trimaksi atas hal yg sdah disampaikan sdkit brmnfaat bgi khu

  11. Susyanto mengatakan:

    Sangat bermanfaat bagi saya..untuk menambah ilmu pengetahuan tentang ilmu keislaman..masih bnyak lagi yang harus di pelajari,,sampai derajat maqam tertinggi,

  12. tisya mengatakan:

    asalamu’ailaikum.

    yg paling tepat itu,
    arti dr tauhid
    jd apakah tauhid itu y
    yg sebenar ny.
    sya hnya ngin ktepatan

  13. Muhammad syahru mengatakan:

    Assalmualaikum.. Syukron bib mdh”n bermanfaat bagi umat,, dn mau bljr lbh dlm lg Krna info ini sifatnya mngajak klau ingin tahu ilmu tauhid lbh dlm lg cari guru yg tepat agar kita tdk hidup dlm ksyirikan.. Amiiin muhammad syahru

  14. wajiyo.kredon. mengatakan:

    Trimakasih..

  15. fyan mengatakan:

    ass..trims,setelah baca ni smua mga ad mamfaatny bagi sy pribadi khususny & seluruh umat
    AMIN Y ALLAH ..

  16. Fit rider mengatakan:

    Semoga kita semua di ampuni oleh ALLAH dan d beri petunjuk k jln benar. dan semoga d ridhoi Allah

  17. Nasrullah Magetan mengatakan:

    assalamu alkum wrwb, bib ijin copas dr blog ini.. biar teman2 saya ikut membaca.. jazakumullah..

  18. Salehuddin mengatakan:

    Aslkm wr wb trima kasih bayak atas ilmuya?

  19. ika sartika mengatakan:

    aku suka tentang ilmu tauhid , sekali aku ingin belajar dan menanyakan yg blm sy ketahui .trms.

  20. gusti mengatakan:

    Terima kasih, akan bnyak manfaatnya buat saya

  21. isna mengatakan:

    mohon ijin copypaste yach…..

  22. an2D mengatakan:

    Alhamdulillah…

  23. Sifat Allah ke 17 – tiada dalam sinarai 20 sifat Allah. Please update ASAP.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

att00132
Habib Umar Bin Hafidh dan Penyusun di Riyadh hb umar dan hasan

Sekitar Maqam Dan Zam-Zam

TELAH TERBIT BUKU "Makkah Sekitar Maqam & Zamzam", oleh: Hasan Husen Assagaf. Penerbit: Cahaya Ilmu

Akidah Menurut Ajaran Nabi

TELAH TERBIT BUKU "Akidah Menurut Ajaran Nabi" oleh: Hasan Husen Assagaf Syarah kitab Al-aqaid Ad-diniyyah" Karya: Habib Abdurahman Bin Saggaf Assagaf Al-Alawi Al-Huseini Al-Syafi'i Al-Asy'ari

Kado Dari Kota Nabi

TELAH TERBIT BUKU "Kado Dari Kota Nabi", oleh: Hasan Husen Assagaf.

Telah Terbit Cetekan Kedua

Pengunjung

  • 461,002 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: